Fitrah, The Golden Ratio and Life Design

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Fitrah, The Golden Ratio and Life Design

Tentang Fitrah

Setelah jasad disempurnakan di alam rahiem selama 3 x 40 hari atau 4 bulan, maka ditiupkanlah ruh yang suci sehingga paduan jasad yg bersifat tanah bertemu dengan ruh yg bersifat langit itu disebut dengan jiwa atau nafs. Kemudian Allah instal fitrah kepada jiwa itu, sebagaimana persaksian kpd jiwa di alam rahiem bahwa Allah adalah Robb, maka terinstalah fitrah keimanan dan juga fitrah lainnya.

Fitrah itu disebut para Ulama sebagai bawaan baik (innate goodness) atau lengkapnya dikatakan innately predisposed to know God and to be good, yaitu secara bawaan telah dipasangkan kemampuan untuk mengenal Tuhan dan untuk menjadi baik.

Dalam konsep fitrah seperti ini, Islam tak mengenal konsep anak lahir seperti kertas kosong atau konsep manusia lahir kebetulan atau konsep anak membawa dosa warisan (innate sins), tetapi anak lahir dengan membawa benih kebaikan dan kesiapan menerima Kitabullah. Karenanya Islam dan fitrah itu kompatibel, keduanya cahaya yang saling menguatkan.

Lebih lanjut lagi bahwa fitrah bukan sekedar benih kebaikan tetapi juga benih yang membawa pola kehidupan kita kelak atau semacam blueprint kehidupan kita selama di dunia. Benih itulah kelak yang akan menjadi potensi dan peran kebaikan untuk menjalani penugasan atau misi hidup selama di dunia

Tentang Golden Ratio

Penelitian penelitian lama maupun baru, semakin menemukan bahwa alam semesta benar benar dirancang dengan penuh perhitungan dan keteraturan. Adalah fibonacci seorang pakar matematika yang menemukan sebuah deret yang diberi nama barisan fibonacci, yaitu sebuah barisan yang suku berikutnya adalah selalu menjumlahkan dua suku sebelumnya.

Yaitu 0,1,1,2,3,5,8,13,21 dstnya. Jika suku ke n dibagi dengan suku ke n-1 maka hasilnya selalu menunjukkan angka 1,618…. Inilah angka yang kemudian disebut sebagai golden ratio atau disebut juga the fingerprint of God atau ada yang menyebut God’s number.

Angka 1.618 ini ternyata bukan angka sembarangan sampai disebut Angka Tuhan. Faktanya banyak penelitian membuktikan bahwa baik deret fibonacci maupun rasio emasmya merupakan angka yg terdapat di alam.

Misalnya pada tubuh kita, jarak dari pusar ke telapak kaki jika dibandingkan dengan tinggi tubuh seluruhnya maka diperoleh angka 1.618. Begitupula angka 1.618 diperoleh dari perbandingan panjang pundak ke ujung jari tangan dengan siku ke ujung jari tangan, juga diperoleh dari perbandingan pinggang ke telapak kaki dengan lutut ke telapak kaki, juga perbandingan antara jarak bibir ke tengah pertemuan alis dengan panjang hidung, lebar lubang hidung dengan lebar hidung, juga perbandingan bronkia pendek dan bronkia panjang di paru paru kita dstnya.

Ditemukan juga pada peta dunia, bahwa perbandingan jarak dari Mekah ke Kutub Utara dan Mekah ke Kutub Selatan adalah 1.618. Ditemukan juga pada kelopak bunga yg membentuk deret fibonacci, juga pada kelahiran anak anak kelinci dstnya.

Apakah cuma imajinasi ahli matematika?

Di alam semesta lebih dahsyat lagi. Penemuan menakjubkan pada pola cangkang Moluska, makhluk yang dianggap lemah dan primitif, ternyata cangkangnya merupakan keteraturan yang dahsyat berupa spiral cerdas hasil barisan fibonacci. Bagaimana makhluk primitif ini punya kecerdasan bahwa spiral logaritmik itu paling cocok dengan kebutuhan tumbuh dirinya?

Jika deret fibonacci, kita buat bujur sangkar yang panjang sisinya mengikuti deretnya, lalu kita tumpuk bujur sangkar bujur sangkar tsb lalu buat setengah lingkarah di dalam setiap bujursangkar sehingga terhubung maka akan membentuk pola spiral logaritmik yang serupa dengan cangkang moluska.

Sesungguhnya Allahlah yang mengatur segala kecerdasan ini bukan alam, Allahlah yang menciptakan benih dan menyediakan jalan bagi tumbuh kembangnya semua benih yang diciptakanNya. Benih itu telah menyimpan jalan hidupnya sendiri karena Allah telah menginstal dan menyediakan jalan setiap ciptaannya.

Life Design based on Fitrah

Dua topik di atas, fitrah dan golden ratiio, semoga memberikan kita hikmah atau insight yang dalam bahwa tiada yang kebetulan di muka bumi, bahwa semua makhluk bukan hanya diciptakan namun disediakan benih dan juga disediakan jalannya agar tumbuh kembang sesuai tahapannya dan bahkan memberi buah manfaat bagi semesta.

Mari kita rancang hidup kita dengan lebih baik dan bahagia dengan memahami dan mengobservasi pola seluruh aspek fitrah kita karena sesungguhnya Allah telah menyediakan jalan bagi fitrah kita untuk tumbuh berkembang melingkar mekar seperti spiral sesuai tahapannya.

Merancang hidup sesuai fitrah akan membawa kita kepada menemukan jalan hidup berupa peran spesifik atau misi hidup yang Allah kehendaki. Selamat merancang hidup kita, hidup keluarga kita dan hidup anak anak kita sesuai fitrah

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Advertisements

Usia 0 sampai 6 thn adalah pusat perasaan dan kecintaan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Usia 0 sampai 6 thn adalah pusat perasaan dan kecintaan bukanlah pusat kepintaran dan kepatuhan . Imajinasi & abstraksi anak sdg puncaknya, bahkan alam bawah sadar masih terbuka lebar. Inilah masa emas utk fitrah keimanan melalui upaya mengenalkan, mengagumi sampai kepada membuat ananda terpesona dan jatuh cinta kpd Allah, RasulNya & Islam dengan keteladanan dan atmosfir keshalihan yang berkesan mendalam dan memunculkan imaji imaji positif utk fitrah keimanannya. Jangan sibukkan tahap ini utk hal hal kognitif, seperti permainan kognitif, penggenalan simbol, flashcard dll. Sibukkan imajinasi dan abstraksinya juga psikomotoriknya dengan banyak bergerak di alam terbuka, berguling, melompat, memegang dan menyentuh benda benda, memelihara hewan dn tumbuhan sangat baik utk executive functioningnya, bermain seru bersama ayah khususnya permainan imajinatif spt kuda2an, dokter2an dll. Quality time dan quantity time sama pentingnya, sosok ayah dan sosok ibu harus hadir utuh pada tahap usia ini utk menguatkan cinta dan attachment dgn ayah bundanya, selain penguatan identitas gender utk fitrah seksualitasnya. Banyaklah berkisah dengan penuh inspirasi dan imajinasi, munculkan rasa ingin tahunya utk fitrah belajarnya. Banyaklah dialog utk menguatkan bahasa ibunya, banyaklah membacakan biku buku bersastra baik dan indah, juga biarkan ananda berekspresi dgn gambar atau lilin dll utk fitrah bahasa dan estetikanya. Upayakan lingkungan yg hanif, sosialisasi terbaik adalah dgn ayah ibu dan keluarganya, tetapi jangan mengurungnya. Outing ke museum, kunjungan ke panti asuhan, jalan ke danau dan tempat berkesan lainnya sangat baik utk menumbuhkan semua fitrahnya. Berikan kesempatan ananda untuk memilih, hargai sifat2 uniknya dan rancang kegiatan yang relevan dengan sifat uniknya lalu observasi sifat sifatnya itu utk penguatan fitrah bakatnya. Jangan lupa rawat pola makan yg natural, pola tidur, pola gerak dan pola bersihnya utk fitrah jasmaninya.

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Destiny of Indonesia

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Destiny of Indonesia 👪👬👭🏡

Tiada yang kebetulan di muka bumi, semua pasti dan selalu ada maksud penciptaannya…

Apakah kebetulan jika Indonesiamu mirip syurga hijau yang memasok 80% Oksigen dunia?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu mirip miniatur dunia dengan ribuan suku, bahasa dan tradisi?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu mirip miniatur dunia dengan kepulauan yang sebagian besarnya lautan?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu dilingkari sabuk gunung berapi sirkum mediteran dan sirkum pasifik?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu adalah pertemuan 2 Benua dan 2 Samudera?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu terletak di Khotul-Isthiwaa?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu dihuni oleh agama2 besar dunia lalu rukun semuanya?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu diberi anugrah ribuan tradisi dan budaya serta kearifan2 yang mempesona?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu berpenduduk besar dan banyak lagi produktif?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu sangat menyukai silaturahmi, gotongroyong dan bertoleransi?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu itu diberikan kekayaan keanekaragaman hayati, flora dan fauna yang keren?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu dikaruniai gudang energi terbarukan masa depan berlimpah?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu diberi sejarah panjang perjuangan dengan ribuan bahkan jutaan pahlawan?
Apakah kebetulan jika Indonesiamu diamanahkan kepadamu dgn kelahiranmu di atas tanah dan airnya?

Apakah kebetulan jika ada begitu banyak kebetulan?
Tentu itu semua bukan kebetulan,
Ada begitu banyak keistimewaan, keunikan dan kekhasan Indonesiamu…
Tentu ada maksud Tuhan memberikan Indonesia sedemikian istimewa, unik dan khas.
Sesungguhnya semua keistimewaan, keunikan, kekhasan dsbnya adalah Misi Penciptaan Indonesia…
Misi yang menjelaskan mengapa Indonesia harus ada di muka bumi…
Misi yang menjelaskan mengapa kita lahir dan hidup di Indonesia…

Mari berhenti melihat keburukan dan kelemahan Indonesia kita, karena tiada negeri yang Allah ciptakan dalam keburukan dan kelemahan…
Mari melihat dan berfikir tentang potensi kekuatan berupa keistimewaan, keunikan dan kekhasan Indonesia kita sbg takdir peran peradaban bagi dunia kita…
Mari hebatkan semua potensi Indonesiamu sebagai wujud kebersyukuran tiada tara..

Namun ingat…
Itu bukan bagaimana Indonesiamu hendak menguasai dunia…
Itu bukan tentang Indonesia Raya yang membentang dari Campa Vietnam sampai Papua New Guinea…
Itu bukan tentang eksploitasi alam besar2an atas nama kesejahteraan rakyat…
Itu bukan bagaimana Indonesiamu hendak menjadi macan atau naga di dunia…
Itu juga bukan tentang alasan mengapa kita harus cinta pada Indonesia.
Itu semua tentang bagaimana Indonesiamu hendak memberi manfaat sebesar-besarnya bagi dunia.
Itu semua tentang bagaimana Indonesiamu mampu menebar rahmat seindah-indahnya bagi dunia
Itu semua tentang bagaimana Indonesiamu hendak menjalani misi dan tugas penciptaannya di dunia
Itu semua tentang takdir dan panggilan hidup Indonesiamu. Destiny of Indonesia!

Sadarkah kita,
Jika dunia kini menunggu peran Indonesiamu?
Jika Palestina dan bumi2 terzhalimi lainnya menanti peran Indonesiamu?
Jika krisis alam dan pemanasan global menanti peran Indonesiamu?
Jika kiamat kehancuran bumi tergantung peran Indonesiamu?
Jika krisis kemanusiaan dan perselisihan juga menanti peran Indonesiamu?
Jika dunia kini menanti peran2 spesifik yang signifikan dari peran Indonesiamu?

Mari kita kuatkan tekad untuk membangkitkan semua keistimewaan, keunikan, kekhasan Indonesia kita
Mari kita rancang bangun pendidikan yang mampu menghebatkan semua karunia dan misi keberadaan Indonesia di muka bumi menuju peran peradaban Indonesiamu
Mari kita gali dan sinergikan semua potensi itu menuju peran peradaban sbg takdir Indonesia kita.

Mulailah dari dirimu dan anak2mu.
Mulailah dari rumahmu
Mulailah dari desamu
Mulailah dari komunitasmu
Mulailah dari rumah2 ibadahmu
Mulailah dari fikiran dan perasaanmu
Mulailah dari nalar dan mentalmu.

Segera mulailah sebelum destiny itu dicabut Allah SWT dari Indonesiamu

Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasispotensi

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Misi Hidup bukan hanya Fitrah Bakat

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Misi Hidup bukan hanya Fitrah Bakat

Keimanan kita mengajarkan bahwa tiada yang kebetulan, semua selain Allah adalah makhluk ciptaan Allah. Karenanya setiap yang diciptakan (makhluk) pasti ada alasan kehadiran atau tepatnya memiliki tugas atau peran, sejak dari atom dan kuman sampai galaxy dan semesta.

Lihatlah semua unsur yang dikenal manusia dalam tabel periodik maupun yang tak dikenal manusia, semua tunduk dan patuh menjalani tugasnya sesuai karakteristik uniknya (titik didih, masa atom, jumlah elektron positif dan negatif, tingkat elektro magnetik dll) masing masing yang Allah tentukan.

Begitulah baik Nalar maupun Kitabullah memperlihatkan bahwa apa yg di langit dan di bumi bertasbih dan beredar pada kadar dan garis edarnya masing masing, mereka menjalankan perannya sesuai penugasannya. Semua makhluk hidup tanpa kecuali termasuk manusia, malaikat, jin dll punya tugas atau mission.

Secara universal semua makhluk secara seragam bertasbih atau beribadah kepada Allah, tunduk dan patuh baik teepaksa maupun sukarela. Namun sesungguhnya walau “purpose of life” sama yaitu untuk beribadah, tetapi setiap makhluk punya tugas spesifikmya masing masing.

Apalagi manusia, pasti punya tugas atau peran spesifiknya sebagai alasan kehadiranya di dunia, namun karena manusia diberi kemampuan untuk memilih mau beribadah kepada Allah atau kepada Selain Allah, juga manusia pun bisa memilih, mau menjalankan tugas spesifik (mission) atau peran spesifiknya atau tidak. Yang jelas Allah akan lihat dan perhitungkan siapa yang terbaik amalnya.

Darimana Kita Tahu Misi Hidup Kita

Sesungguhnya Misi hidup atau Peran Spesifik kita melekat dalam karakteristik diri kita sejak lahir sebagai bawaan, kita mengenalmya dengan istilah Fitrah alGharizah. Ini juga berlaku pada benda benda di alam baik benda hidup maupun benda mati, baik individual maupun komunal.

Unsur Besi (Fe) misalnya, ia punya karakteristik unik, maka kita bisa tahu peran (manfaat) besi di muka bumi, dan manusia bisa membentuk sesuai pola karakteristik itu untuk kebutuhan manusia. Begitupula Ayam, ia punya karakteristik, maka kita bisa tahu manfaat ayam bagi dunia.

Jelas bahwa emua yang ada di bumi punya tugas atau manfaat, namun memang alam ini apapun tugasnya, sengaja ditundukkan Allah bagi manusia agar mendukung misi atau peran atau tugas spesifik manusia di muka bumi dalam rangka mencapai maksud penciptaan utk beribadah kepada Allah.

Jadi untuk mengetahui apa tugas spesifik atau misi hidup kita di dunia adalah dengan mengenali dan mengembangkan seluruh aspek fitrah yang ada bukan hanya karakteristik unik personal yaitu fitrah bakat, juga karakteristik umum tetapi khas manusia yang tak dimiliki makhluk lain.

Misi Hidup Kita adalah Perpaduan Seluruh Peran yang tumbuh dan berkembang dari tiap aspek fitrah. Jika misi hidup hanya terkait dengan fitrah bakat atau karakteristik unik personal maka kita tak ada bedanya dengan makhluk lain.

Maka misi hidup adalah paduan dari

  1. Fitrah Keimanan. Jika fitrah ini dididik dan ditumbuhkan paripurna maka kelak akan menjadi peran menyeru kebenaran, peran melakukan perubahan yang Allah ridhai dengan tangannya sebagai bukti kuatnya keimanan.

  2. Fitrah Bakat. Jika fitrah ini dididk dan ditumbuhkan paripurna maka kelak akan menjadi peran memberi solusi terbaik atau karya solutif terbaik dalam suatu bidang kehidupan

Bayangkan jika fitrah keimanan tumbuh paripurna namun tanpa fitrah bakat yang berkembang maka akan muncul manusia yang punya ghirah besar melakukan perubahan besar yang Allah ridhai namun mengalami kebingunan untuk mulai darimana, karena ia bukan orang yang mumpuni pada suatu bidang kehidupan dengan bakatnya. Buat apa?

Sebaliknya, jika fitrah bakat berkembang paripurna namun tanpa fitrah keimanan yang berkembang baik, maka akan muncul manusia yang punya solusi hebat pada suatu bidang kehidupan namun tak punya gairah melakukan perubahan yang Allah ridhai utk menebar rahmat dan manfaat, buat apa?

  1. Fitrah Belajar dan Bernalar. Jika fitrah ini dididk dan ditumbuhkan paripurna maka kelak akan menjadi peran inovasi atau inovator terbaik yang mendukung peran bakatnya pada bidang kehidupan.

Bayangkan bila ada manusia punya ghirah besar melakukan perubahan atas keimanannya, punya bakat hebat dalam sebuah bidang namun berhenti berinovasi dan menemukan sesuatu yg baru karena fitrah Belajar dan Bernalarnya tak tumbuh, buat apa?

  1. Fitrah Seksualitas. Jika fitrah ini dididik dan ditumbuhkan paripurna maka akan menjadi peran keayahbundaan termasuk peran mendidik generasi dan mewariskan legacy keluarga kepada anak dan keturunan.

Bayangkan bila ada manusia yang punya ghirah keimanan untuk menyeru kebenaran dan membuat perubahan besar dengan karya solutif pada bidang kehidupan yg dikuasai mumpuni atas bakatnya sementara gairah inovasinya luarbiasa atas fitrah belajarnya, namun galau menjadi ayah atau ibu, tak suka atau tak nyaman membersamai anak dan pasangan, garing menjadi suami atau kasar menjadi istri dstnya. Buat apa?

  1. Fitrah Estetika dan Bahasa. Jika fitrah ini tumbuh paripurna maka akan menjadi peran untuk mendamaikan dan mengharmonikan peradaban, termasuk peran melestarikan alam dstnya.

Bayangkan bila ada manusia yang punya ghirah menyeru kebenaran dan melakukan perubahan atas keimanannya, punya karya solutif hebat atas bakatnya, sangat inovatif, dekat pada pasangan dan dekat pada anak dan keturunan, namun ghirahnya dan karyanya itu merusak alam, membuat dunia menjadi penuh sengketa dan permusuhan dstnya, buat apa?

  1. Fitrah Individualitas dan Sosialitas. Jika fitrah ini tumbuh paripurna maka akan menjadi peran untuk siap memimpin dan siap terpimpin, peran collaborative leadership atau kepemimpinan yang siap berkolaborasi dan bersinergi serta membangun jaringan dan komunitas yang berdaya.

Bayangkan bila ada manusia yang punya ghirah menyeru kebenaran dan melakukan perubahan atas keimanannya, punya karya solutif hebat atas bakatnya, sangat inovatif, dekat pada pasangan dan dekat pada anak dan keturunan,punya karya solutif ramah pada alam, membuat dunia menjadi lebih damai, namun tak mampu berkolaborasi, egois, merasa paling benar dan semua harus tunduk padanya atau sebaliknya hanya mampu menjadi follower dan tak berani membangun komunitas dam jaringan dsbnya, buat apa?

(Bersambung)

Reff:

Memulai Pendidikan berbasis Fitrah

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Memulai Pendidikan berbasis Fitrah

A. Langkah konsepsi

Sebelum memulai menumbuhkan fitrah,

Pertama lakukan Tazkiyatunnafs, ruh anak yg suci akan bertemu ruh ortunya yg senantiasa mensucikan diri. Tazkiyah ini agar Allah berikan Qoulan Sadida. Tazkiyah ini berjalan paralel dengan proses membersamai ananda.

Kedua pahami baik baik, bahwa pendidikan dalam Islam meliputi tarbiyah (menumbuhkan fitrah), ta’dib (menanamkan adab), ta’lim (pengajaran ilmu). Ketiganya adalah tanggungjawab orangtua, namun pengajaran (ta’lim) boleh dialihdayakan apabila tdk mampu mengajarkan ilmu yg dibutuhkan.

Pengajaran itu hanya akan efektif jika fitrah sdh tumbuh bagus dan adab (hikmah melalui pengalaman kehidupan) mulai perlahan diperoleh. Ilmu bisa diperoleh dimana saja dan di tangan orang2 hebat dan ahli di bidangnya, apabila ghairah fitrah belajar sdh tumbuh, adab pd alam dan ulama dstnya.

Ketiga pahami prinsip2 fbe dan frameworknya (pernah diposting)

B. Langkah teknis

  1. Anak bersekolah atau tidak, hs atau unschooling atau friendscholing (magang sama temen) dll, kurikulum personal tetap harus dibuat. Karena sekolah sebatas pengajaran akademis dan sedikit keterampilan, sementara fitrah termasuk bakat juga adab (hikmah kehidupan) itu perlu diprogram dan kewajiban orangtua

  2. Jika ananda masih balita, maka prosesnya bisa diamati lewat kegiatan sehari hari sampai mendapat polanya seceparnya usia 7 dan selambatnya usia 10.

Masalahnya banyak anak keburu gede di atas 7 bahkan di atas 10 tahun cuma berisi akademis saja kepalanya, maka disinilah perlu pemetaan, baik assessment maupun observasi kegiatan pada semester pendek sebelum dirancangkan program

Catatan

Pemetaan bagi anak yg sdh di atas 7 atau di atas 10 itu ada 3
1. Assessment questioner, bisa didampingi
2. Observasi via Interview
3. Observasi via kegiatan dalam semester pendek

Kalau sdh dapat profile fitrahnya, maka langsung susun program atau personalized curriculum

  1. Sesungguhnya tiada yg bisa menggantikan ketelatenan dan keberanian orangtua dalam merancang program, krn merekalah yg paling paham anak2nya. Observasi melalui kegiatan itu memerlukan lumayan keberanian dan ketegaan, susah kalau yg diberi kegiatan anak orang bukan?

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Ilustrasi misi keluarga

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Jelas saja gaduh penumpang seisi ruang kabin pesawat terbang ketika ternyata diketahui belakangan bahwa sang pilot tak memiliki misi perjalanan atau rute penerbangan serta destini. Padahal pesawat sudah kadung take of beberapa jam lalu.

Kini pesawat melayang layang tanpa arah menunggu bahan bakar habis dan terhempas berkeping keping ke bumi atau mencari pendaratan darurat di sembarang tempat yang bisa menambah suram masa depan.

Misi Penerbangan bukan tentang pengetahuan dan keahlian menerbangkan, seorang pilot jelas tahu itu, tapi masalahnya ia tak tahu dimana dan kemana pesawat akan diterbangkan dan rute perjalanan mana yang harus ditempuh.

Sulit memenangkan dan membuat kompak penumpang panik di dalam kabin, kru pesawat juga kewalahan bahkan ikut ikutan panik. Sebagian penumpang berteriak marah dan memaki, sebagian lagi mencoba menggedor pintu masuk ruang pilot, seolah ingin mengkudeta.

Ada juga penumpang yang diam berdoa, berharap prahara segera selesai. Mereka yang diam menyangka ini adalah ujian tuhan dalam perjalanan agar semakin percaya atau tsiqoh pada pemmimpin dan istiqomah. Sebagian yang berdoa menduga ini bagian ujian untuk meningkatkan kualitas diri.

Ketahuilah bahwa ini bukan ujian, tetapi teguran, mengapa punya pimpinan penerbangan tak punya misi penerbangan, mengapa diam saja dan tak menegur. Ukuran kesetiaan pengikut atau penumpang pesawat adalah kejelasan misi penerbangan.

Kalau pilot tanpa misi penerbangan tak ditegur atau ditolong, itu sama dengan menjemput kezhaliman atau menuai ancaman musibah besar.

Daripada memaki berteriak seperti orang kalap atau mengutuki terus kebodohan pilot atau diam saja pasrah bongkokan hanya berdoa menyangka ujian padahal teguran, mari selamatkan pilot dan bantu menemukan misi penerbangannya.

Salam Pendidikan Penerbangan

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Fitrah ananda adalah cahayanya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Ibarat mutiara,
anak kita dilahirkan membawa cahaya peradaban,
maka tugas kitalah ayahbunda
untuk meletakkannya pd ruang & waktu yg tepat
dimana dan kapan cahaya itu bersinar hebat

Fitrah ananda adalah cahayanya
Fitrah itu sebagian diturunkan dari sifat sifat ayahbundanya,
sebagian dipersiapkan untuk hidup sesuai zaman dan takdir sejarahnya,
sebagian dipersiapkan untuk tinggal sesuai alam dimana bumi ia dilahirkan,
sebagiannya lagi dipersiapkan universal untuk mampu menerima cahaya Islam

Semua bukan kebetulan,
Tetapi dalam rancangan besar Tuhannya
Dia Murobby sejati bagi kita dan anak anak kita
Dialah Sang Khaliq yang menciptakan Fitrah itu
Dialah yang menyediakan jalan bagi Fitrah itu untuk tumbuh, berkembang dan bekerja sesuai tahapannya
Dialah yang menetapkan Kitabullah yang memandu Fitrah itu agar tumbuh indah, sempurna dan berbahagia
Tiada perubahan atas Fitrah Allah

Maka AyahBunda ikuti saja cahaya fitrah itu
Pandulah dengan Kitabullah
Jangan sia siakan waktumu
Bersamailah indah merekahnya cahaya fitrah itu
Kelak cahaya ananda dan cahayamu kan indah bersama menerangi dunia dan peradabannya

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah